Pages

Thursday, December 20, 2018

Kawasaki Ninja 250SL, Kalap Atau Khilaf???

Pada November lalu Kawasaki mengeluarkan varian warna baru Ninja 250SL. Yang special bukan warna baru tersebut, namun Kawasaki sekali lagi memangkas Ninja250SL menjadi lebih murah daripada sebelumnya tanpa mengurangi fitur apapun. Harga barunya kini memiliki selisih hanya sekitar 2-3 juta dari Sport Full Fairing 150cc. Tentunya price ini sangat menggiurkan. Zerotrip menjadi sangat penasaran dengan strategi kawasaki ini. Seakan mereka sudah kehilangan akal sehat dan desperate. Namun ternyata lebih dari itu.




Maksud dari pergerakan Kawasaki yang agresif ini tentu harus dipahami dengan melihat kondisi pasar Sport Full Fairing 250cc di Indonesia. Kawasaki masih tetap raja di kelas ini dengan brand Ninja yang sangat kuat dikalangan konsumen. Meski pada 2017 lalu sempat bertarung ketat dengan CBR250RR namun kemudian Kawasaki kembali memimpin pasar dan kembali harus membuat kompetitornya terseok-seok di kelas ini. Tetapi... Jika kita melihat pasar ini secara lebih detail, pasar sport full fairing 250cc dalam setahun ini trend growth-nya melambat dan cenderung mulai stagnan. Kawasaki melihat trend ini dan merasa perlu untuk melakukan stimulus agar pasar ini kembali menggeliat dan digemari. 

Jika kita lihat lebih dalam yang mengikis pasar Sport 250cc ini adalah mulai gencarnya Skutik Premium 250cc seperti XMax yang mulai gencar dipasarkan dalam setahun ini dan Forza juga mulai dimasukkan oleh Honda. Skutik memang menjadi semacam trend tersendiri untuk pasar Indonesia. Dan kehadiran skutik premium ini tentu mengikis pasar dari motor lainnya yang berada pada price range yang sama. Meski Psikografis target market utama dari Skutik Premium 250cc dengan Sport Full Fairing 250cc itu sangat berbeda, dan untuk target market utama ini tentu tidak tergoyangkan. Namun untuk target market sekunder yang tidak terlalu fanatik dengan gaya sport tentu dapat dengan mudah teralihkan untuk memilih Skutik Premium 250cc yang lebih praktis dan lebih cocok untuk perkotaan.

Dengan membuat harga Sport Full Fairing 250cc ini menjadi sangat dekat dengan harga Full Fairing 150cc, tentu saja yang ingin dilakukan adalah untuk menarik pasar dari kelas 150cc agar beralih ke 250cc. Sekali jiwa rider kita bersentuhan dengan power 250cc, tentu sulit untuk kemudian turun kelas kembali ke 150cc. Dan ini adalah pancingan yang dilakukan oleh Kawasaki untuk membangun brand loyalty terhadap brand Ninja. Dan Kawasaki juga kini sudah tidak lagi menjual Ninja 150cc, sehingga tidak lagi perlu lagi khawatir dengan strategi ini akan mengkanibal pasar 150cc mereka.

Meski sekilas terlihat desperate & kalap, sebenarnya ini bisa dibilang strategi yang dipikirkan dengan matang. Sedangkan bagi pasar tentunya ini bisa membuat khilaf. Hanya selisih 2,5 juta dari varian tertinggi CBR150R dan 1,5juta dari varian tertinggi R15. Tentu saja sudah menjadi pancingan yang sangat menarik untuk langsung naik ke kelas 250cc saja.