Pages

Thursday, January 17, 2019

Sang Raja Membunuh Kompetisi


Toyota Avanza sebagai "Raja" Low Multi Purpose Vehicle di Indonesia bisa nyaris tak terkalahkan selama 10 tahun. Setidaknya status ini terus bertahan di pegang oleh Avanza sebagai mobil LMPV terlaris, meski selama ini bermunculan berbagai kompetitor baik dari Honda Mobilio &Suzuki Ertiga, bahkan wuling dengan pricing strategi yang agresif. Tidak ada satupun yang berhasil menggeser puncak penjualan mobil LMPV tertinggi. Status tak terkalahkan ini pada awal 2018 lalu sempat tergeser oleh Mitsubishi Xpander. Ini adalah kejadian pertama sebuah mobil LMPV mampu menggeser penjualan Avanza. Ini adalah Prestasi tersendiri yang berhasil dicapai oleh Mitsubishi Xpander.


Selama 2018, banyak yang penasaran dengan langkah Toyota yang tampak diam saja, mengapa tidak bereaksi saat mobil terlaris mereka direbut oleh kompetitor. Banyak yang kemudian beranggapan Toyota tidak lagi tertarik dengan pasar LMPV & ingin membentuk pasar baru. Namun ternyata sikap diam dari Toyota adalah bagian dari strategi mereka untuk benar-benar membunuh kompetisi dan menunjukkan kualitas mereka sebagai sang "Raja LMPV" memang berada pada kelas yang berbeda. Terbukti pada akhir 2018, penjualan Avanza kembali ke posisi teratas tanpa perlu melakukan perlawanan terhadap Xpander. Penjualan Xpander "keok" dengan sendirinya, karena Toyota yang sudah sangat berpengalaman & paham pasar kelas LMPV, bahwa kapasitas produksi Xpander tidak akan mampu mengejar permintaan pasar dalam jangka pendek dan pada akhirnya pembeli akan kembali pada Avanza yang mudah didapatkan tanpa perlu indent berbulan-bulan.


Kini seakan ingin mengkukuhkan posisi Avanza, Toyota akhirnya meluncurkan produk baru untuk Avanza setelah beberapa bulan kembali ke posisi teratas tanpa perlu melakukan "fight". Langkah ini seakan membuat semua kompetitornya wajib tahu diri bahwa kelas sang "raja" ini berada pada level yang berbeda.

Avanza baru ini memiliki desain yang sedikit berbeda dengan avanza lama namun tetap masih ada rasa yang sama dengan pendahulunya. Headlamp baru yang kini tampil sipit tentu berbeda dengan desain headlamp Avanza lama yang sudah terasa ketinggalan jaman. Desain baru ini tampak lebih modern. Namun tidak sepenuhnya mengikuti trend yang terbentuk akibat desain Xpander yang aduhai. Avanza tetap mempertahankan bentuk desain body dengan sudut yang lembut dan membulat. Meski jujur secara desain menurut kami masih lebih modern & lebih menarik Xpander. Namun kesan fresh dari Avanza baru ini dapat menarik minat dari pemilik avanza lama untuk upgrade sekaligus para calon pemilik mobil baru untuk memilih Avanza yang terkenal handal, awet, spare part mudah, & harga jual kembali yang tergolong tinggi.

Dari segi fitur-fiturpun sebenarnya masih lebih canggih Xpander, seperti fitur Hill Start Assist, Brake Assist, & Vehicle Stability Control (VSC).  Namun Avanza baru ini membawa cukup banyak amunisi fitur baru dengan harga yang tetap sama seperti generasi sebelumnya. Tentu dari segi harga ini sangat bagus sekali untuk membunuh lawannya. Salah satu fitur baru yang diusung Avanza baru adalah Electric Power Steering (EPS). Dengan EPS, ECU mobil akan secara otomatis meruba setting power steering menjadi lebih ringan saat kecepatan lambat seperti mau parkir atau dikemacetan, dan menjadi lebih berat saat kecepatan tinggi seperti di jalanan yang lancar atau jalan tol. Tujuannya adalah membuat mobil menjadi lebih stabil dan jauh dari rasa limbung saat dipacu kecepatan tinggi dijalan tol. 

Seperti yang disinggung diatas untuk fitur keamanan Xpander sedikit lebih kaya, namun Avanza memiliki 1 ciri khas yang tidak dapat dikejar oleh Xpander. Yaitu tarikan yang lebih powerfull saat menanjak. Mengingat jalanan di Indonesia ini termasuk banyak yang berbukit, untuk perjalanan luar kota tentu Avanza lebih dapat dihandalkan. Dengan ini jika Xpander tidak melawan dengan keras, maka dalam waktu yang cukup lama tampaknya posisi Avanza di pasar LMPV akan tetap aman.