Pages

Sunday, February 10, 2019

Motor Dikaji Boleh Masuk Jalan TOL, Perlukah?


Di kawan-kawan otomotif saat ini sedang rame mengenai kajian motor boleh masuk ke jalan tol. Tentunya selalu timbul pro-kontra mengenai masalah ini. Sebelum mengambil sikap mengenai pro & kontra dari kajian ini tentunya harus melihat beberapa aspek terlebih dahulu.


Sebenarnya mengenai motor masuk ke jalan tol (highway) itu bukan hal baru. Setidaknya di Indonesia sendiri sebenarnya ada 2 ruas tol yang memiliki jalur khusus untuk motor di jalan Tol Suramadu & Tol Mandara. Kedua jalan tol ini memiliki jalur khusus untuk motor yang terpisah dari jalur mobil, sehingga legal serta aman untuk motor masuk kedalam jalan tersebut. Sedangkan jalur tol yang tanpa jalur khusus dan legal dimasuki motor saat ini belum ada. Sedangkan di Luar Negeri, pada sejumlah negara memang melegalkan motor untuk masuk jalan tol. Seperti pada Jepang yang melegalkan masuk ke jalan tol dengan batasan CC minimum. Namun ada juga yang membebaskan pengguna motor masuk ke jalan tol tanpa batasan CC minimum seperti di Malaysia. Jika anda pernah ke Genting Malaysia, tentu tidak asing dengan pemandangan motor bebek & skutik yang masuk ke jalur kiri dari jalan tol di Malaysia.

Kajian untuk Indonesia sendiri sebenarnya saat ini terbagi 2 opsi secara garis besar. Yang pertama adalah seperti tol Suramadu & Mandara yang memiliki jalur khusus. Opsi ini tentunya membutuhkan investasi yang cukup besar untuk membuat jalur baru khusus motor. Karena dari jalur tol yang ada saat ini tidak dapat dikurangi lagi untuk menjadi jalur motor. Opsi kedua adalah menggunakan aturan mirip seperti di Jepang, yaitu ada batasan CC yang boleh masuk dengan modifikasi aturan hanya untuk jalur tol yang pendek seperti jalur tol dalam kota.

Selain dua opsi diatas, tentunya harus memperhitungkan faktor dari keselamatan. Sepeda motor yang memiliki bobot lebih ringan daripada mobil tentunya lebih berbahaya di jalan tol yang memiliki kecepatan angin cukup tinggi. Termasuk juga di sejumlah ruas tol dalam kota di Jakarta juga memiliki angin yang dapat dikatakan kencang. Jika mobil saja dalam kecepatan tinggi dapat sedikit oleng akibat angin kencang. Apalagi roda dua, yang jauh lebih ringan dan tidak memiliki aerodinamika yang baik untuk menghadapi angin dari samping.

Tentunya jika aturan mengenai bolehnya masuk motor ke Jalan tol harus memperhatikan banyak faktor, tidak hanya masalah jarak tol, batas kecepatan, batas minimum kubikasi motor, namun juga harus memperhatikan kondisi geografis seperti pada tol bawen yang naik turun dengan angin cukup kencang tentu tidak cocok untuk motor meski dengan CC besar. Belum lagi ternyata di negara lain yang sudah melegalkan motor untuk masuk ke jalan TOL juga terbukti sering terjadi kecelakaan antar motor dengan motor, dan motor dengan mobil. Jadi menurut Zerotrip sebenarnya masuknya motor ke jalan tol tidak memiliki urgensi untuk cepat diputuskan dan harus dikaji secara mendalam terlebih dahulu sebelum dilegalkan.