Pages

Sunday, February 3, 2019

PCX EV Hadir di Indonesia Namun Tidak Untuk Umum

Pada 31 Januari 2019 lalu, secara mengejutkan AHM meluncurkan PCX EV untuk Indonesia. Motor Skuter Matic yang sepenuhnya listrik ini akan dapat segera mengaspal di Indonesia dalam waktu dekat ini. Sayangnya pihak Honda masih belum menjual motor ini secara bebas ke masyarakat umum. Honda akan menghadirkanya dengan sistem sewa untuk klien bisnis saja. Yang artinya masyarakat umum belum dapat membeli maupun menyewa motor listrik yang canggih dari honda ini. Sistem sewa ini mirip dengan yang sudah diterapkan Honda di Jepang untuk PCX EV. Besaran sewa untuk di Indonesia adalah sebesar Rp. 2.000.000,- perbulan dan penyewa tidak dibebankan biaya perawatan rutin. PCX EV ini dihadirkan ke Indonesia dalam kondisi 100% knock down dan kemudian dirakit di Indonesia. Karena itu AHM mampu menghadirkan skema sewa seperti diatas. Untuk menjual secara bebas, AHM belum ada rencana karena harganya masih dirasa terlalu tinggi.


PCX EV ini seperti pada saat pameran otomotif beberapa bulan silam, hadir dengan warna dasar putih dengan aksentuasi biru yang tampil sangat futuristik. Desain PCX EV tidak terlalu berbeda dengan PCX biasa kecuali pada absennya knalpot yang tentu saja sangat kentara, dan juga desain spakbor yang berubah total dengan tampilan yang lebih sporty dan futuristik. Selebihnya masih sangat mirip dengan PCX biasa. Termasuk fitur andalan ABS yang hanya ada untuk roda depan, Honda Smart Key sama persis. 

Jika dari segi desain masih mirip dengan perbedaan yang terbilang minor. Dari segi sensasi berkendara tentu sangat berbeda. Yang membuat terasa ganjil adalah dari segi suara, pada PCX EV ini sangat tenang tidak ada lagi suara khas mesin combustion. Tiba-tiba melaju aja mengikuti bukaan throttle handle. Dalam ini sangat memerlukan penyesuaian, terutama bagi pengemudi yang terbiasa mendengarkan suara mesin, hilangnya suara ini tentunya sangat berpengaruh. Sensasi tarikannya juga sangat berbeda dengan PCX konvensional. Terasa lebih wuzz meski kecepatan atas tidak secepat PCX Konvensional.

PCX EV ini memang sangat canggih bahkan bisa dikatakan yang tercanggih dari kendaraan roda dua elektrik yang ada di Indonesia saat ini. Namun tetap memiliki 3 masalah utama yang belum terpecahkan. Pertama adalah jarak tempuh yang tergolong pendek, yaitu 41 KM untuk penggunaan rata-rata 60 KMH. Jarak tersebut tergolong pendek untuk perkotaan. Dan juga belum ada data jika berada dalam kemacetan berubah jadi berapa KM-kah jarak tempuh maksimal dari baterai penuh ke kosong. Kedua adalah masalah charging, di Indonesia infrastruktur untuk charging bisa dikatakan belum ada. Jadi pengguna terbatas hanya dapat charging di rumah atau di kantornya saja, mengingat ini adalah kendaraan yang disewa perusahaan untuk keperluan dinas. Permasalahan ketiga ini sangat vital. Di Indonesia jalan masih mudah banjir saat hujan, dan genangan dapat dengan cepat muncul bahkan yang memiliki kedalaman lebih dari 30cm. Sedangkan PCX EV ini tidak dapat melewati genangan yang memiliki kedalaman lebih dari 30cm yang dapat berakibat kerusakan permanen pada sistem kelistrikan. Ketiga masalah ini tampaknya ingin lebih dulu diselesaikan oleh Honda selain masalah harga jual jika ingin menjual PCX EV ini ke masyarakat umum.